ElectroLab Power Calculation Simulator

Deskripsi

Rumus Daya Listrik

P = V × I Daya (Watt) = Tegangan × Arus
P = I² × R Daya = Arus Kuadrat × Resistansi
P = V² / R Daya = Tegangan Kuadrat ÷ Resistansi

Workstation

Sirkuit Tidak Lengkap
BAT

Kontrol Variabel

Konsumsi Daya:
0.00 Watt

Komponen Elektronika

Resistor
Baterai
9V
LED
Kabel
Kapasitor
- - -

Panduan Eksperimen: Daya Listrik (Watt)

Pilih metode eksperimen yang Anda gunakan

Eksperimen Online

Tujuan Percobaan: Pratikan dapat memahami konsep Daya Listrik (P) dan hubungannya dengan Tegangan (V) serta Hambatan (R).

Tahap 1: Merakit Sirkuit (Persiapan)

  • Saat pertama kali membuka simulator, Anda akan melihat sirkuit utama terputus dan status indikator di atas sirkuit berwarna merah bertuliskan "Sirkuit Tidak Lengkap".
  • Perhatikan panel "Komponen Elektronika" di sebelah kanan.
  • Klik dan seret (drag) komponen yang diperlukan, lalu lepaskan (drop) tepat di area yang kosong di jalur atas sirkuit.
  • Jika peletakan komponen benar, lampu indikator sirkuit akan berubah menjadi hijau dan bertuliskan "Sirkuit Siap!".

Tahap 2: Menghitung Daya (Eksperimen Utama)

Konsep daya menyatakan bahwa energi yang diserap sebanding dengan Tegangan dan Arus yang mengalir. Mari kita buktikan!

  • Lihat panel "Kontrol Variabel" di bawah sirkuit.
  • Pada kolom Tegangan (V), masukkan nilai 9 (melambangkan baterai kotak 9 Volt).
  • Pada kolom Resistansi (Ω), masukkan nilai hambatan sebesar 100 Ohm.
  • Klik tombol biru "SIMULATE".

Tahap 3: Analisis Hasil & Observasi

  • Lihat bagian "Konsumsi Daya" di bawah tombol simulasi. Anda akan melihat angka hasil perhitungan dalam satuan Watt.
  • Perhatikan rumus di panel kiri. Hasil tersebut didapatkan dari kombinasi rumus Daya (P = V × I atau P = V² / R).
  • Observasi LED: Meskipun kita menghitung Daya (Watt), LED tetap bereaksi terhadap Arus (mA) yang mengalir. Semakin besar daya yang diserap rangkaian, semakin besar pula panas/arus pada LED.
    • Kuning Redup: Arus Terlalu Rendah (< 50 mA)
    • Kuning Normal: Medium (50 - 150 mA)
    • Oranye Terang: Optimal (150 - 200 mA)
    • Hitam / Berkedip: Burnout / Terbakar (> 200 mA)

Eksperimen Offline

Tujuan Percobaan: Pratikan dapat memahami hubungan antara Tegangan (Volt), Hambatan (Ohm), dan Daya Listrik (Watt), serta mencari kombinasi nilai yang tepat agar lampu menyala optimal tanpa terbakar.

Tahap 1: Merakit Sirkuit (Persiapan)

  • Saat pertama kali memulai praktikum, Anda akan menghadapi kit/papan rangkaian yang sirkuit utamanya masih terputus dan tidak lengkap.
  • Perhatikan panel "Komponen Elektronika" di sebelah sudut kanan bawah.
  • Pasang Resistor dan Lampu pada slot yang tersedia. Sesuaikan besar tegangan dan besar resistor yang digunakan. Disarankan menggunakan tegangan di bawah 5 Volt dan resistor di bawah 50 Ohm untuk menghindari lampu terbakar.
  • Nyalakan saklar. Jika posisi rangkaian Anda benar, maka layar akan menampilkan besar daya.

Tahap 2: Mengukur Daya (Eksperimen Utama)

Daya yang mengalir berbanding lurus dengan Tegangan dan Arus. Mari kita buktikan!

  • Putar knop pada power supply untuk memvariasikan tegangan input.
  • Perhatikan nilai daya dan nyala lampu. Jangan buat lampu menyala terlalu terang karena dapat menyebabkan lampu terbakar.

Tahap 3: Analisis Hasil & Observasi

  • Perhatikan LCD "Daya saat ini" pada alat ukur Anda. Anda akan melihat hasil pengukuran (misalnya 30.00 W).
  • Perhatikan nyala komponen lampu di sirkuit: Apakah LED menyala terang atau redup?